Sebagai upaya untuk mengembalikan warisan sejarah, sekaligus sebagai upaya pelindungan memori kolektif bangsa, Kemenbud telah memperjuangkan pengembalian koleksi fosil dari peneliti asal Belanda, yakni Eugene Dubois pada tahun lalu.
Pengembalian ini meliputi empat fosil masterpiece, yakni Java Man atau Pithecanthropus erectus yang berusia 500.000 tahun atau secara total setidaknya lebih dari 28.000 koleksi fosil akan dikembalikan ke Tanah Air.
Kemudian, pada Juli lalu, Direktur FBI AS Kash Patel melakukan kunjungan ke Jakarta dan menyerahkan 8 artefak dari Papua kepada Presiden Prabowo Subianto yang didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Pada sektor film, Kementerian Kebudayaan memberikan dukungan terhadap fasilitasi perkembangan ekosistem melalui beberapa program yang meliputi fasilitasi dan dukungan untuk sejumlah film Indonesia yang berpartisipasi dalam ajang perfilman dunia, seperti Festival Film Internasional Rotterdam, hingga Festival Film Cannes.
Upaya lainnya adalah pemanfaatan Dana IndonesiaRaya untuk mendukung literasi film, meluncurkan program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia yang dimulai pada tahun ini, dengan mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia periode 1945-1950. Setidaknya 20 karya yang terdiri dari film panjang dan pendek telah memasuki produksi, setelah penandatanganan kerja sama.
Sebagai upaya melestarikan seni dan budaya Nusantara dan pewarisan ilmu secara langsung dari para maestro kepada generasi muda, Kementerian Kebudayaan turut menghadirkan program unggulan, yakni Belajar Bareng Maestro (BBM).