NADIKABAR.COM β€” Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Syahganda Nainggolan menyatakan program makan bergizi gratis (MBG) dievaluasi secara berkala selama dua tahun periode pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Evaluasi itu diikuti oleh sejumlah perbaikan, di antaranya pembenahan penyimpanan bahan pangan, penguatan pengawasan, dan penyesuaian mekanisme operasional, yang seluruhnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas MBG sekaligus meminimalisir risiko keamanan pangan.

β€œPresiden mendengar (masukan) kemudian meng-adjust (mengevaluasi). Satu soal kebersihan. Sekarang digunakan pendingin-pendingin untuk menyimpan barang-barang. Jangan sampai barang-barang, ayam apa segala itu bisa basi ya sehingga didistribusikan udah basi. Yang kedua itu yang namanya sistem CCTV saya sebut tadi,” kata Syahganda di Jakarta, Rabu.

Perbaikan itu, Syahganda melanjutkan, juga dapat dilihat dari adanya perubahan mekanisme kompensasi investasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Besaran kompensasi sebelumnya diberikan dalam skema tetap, tetapi saat ini kompensasi diberikan kepada SPPG berbasis porsi.

β€œSekarang per porsi makanan. Nah itu selisihnya yang dijadikan makanan makin besar sekarang,” kata Syahganda.

Perbaikan kualitas MBG juga dilakukan melalui penggunaan standar operasional prosedur (SOP) dalam operasional SPPG.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan SOP pendinginan makanan yang berlaku sejak 4 September 2026. Ketentuan itu mengatur pengendalian suhu dan waktu, penggunaan wadah dan peralatan yang bersih, serta pencatatan proses pendinginan sebelum makanan memasuki tahap pemorsian.

Penerapan SOP tersebut bagian dari upaya menjaga kualitas dan keamanan pangan, terutama dalam penanganan makanan matang yang memerlukan pengendalian suhu dan waktu yang tepat.

Tidak hanya itu, BGN juga mengembangkan mekanisme pengawasan berbasis teknologi. Pada Oktober 2026, BGN menguji coba integrasi CCTV dari sekitar 70 SPPG ke pusat pemantauan dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kepala BGN Sudaryono, dalam kesempatan terpisah, menjelaskan sistem pengawasan terintegrasi itu bertujuan membantu pemantauan kepatuhan SPPG terhadap SOP, mulai dari persiapan bahan makanan, proses pengolahan, hingga pencucian wadah makan.

Pemantauan BGN juga mencakup aspek kebersihan seluruh petugas selama proses pengolahan makanan.