NADIKABAR.COM — Pertumbuhan konsumsi data yang terus meningkat membuat industri telekomunikasi menghadapi tantangan baru. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap koneksi yang semakin cepat dan kapasitas jaringan yang lebih besar, operator juga dituntut menjaga penggunaan energi tetap efisien.
Tantangan tersebut kian relevan seiring memasuki era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Penggunaan AI untuk mencari informasi, membuat konten, menganalisis data hingga mendukung berbagai layanan digital membuat kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi dan konektivitas ikut melonjak.
Bagi operator telekomunikasi, konsekuensinya bukan sekadar menyediakan jaringan dengan kapasitas lebih besar. Infrastruktur yang menopang pertumbuhan trafik juga perlu dikelola dengan cerdas agar konsumsi energi dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Kondisi inilah yang mendorong operator telekomunikasi seperti XLSMART terus memperkuat infrastruktur untuk menampung pertumbuhan trafik di masa depan yang kian besar.
Dalam hal infrastruktur, XLSMART meningkatkan investasi jaringan pada tahun ini. Perusahaan menaikkan panduan capitalized capex 2026 dari sebelumnya Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.
Tambahan investasi tersebut akan digunakan untuk menambah pengoperasian BTS, fiberisasi, memperluas layanan 5G, serta memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys mengatakan, perkembangan AI, cloud, dan adopsi layanan digital membuat kebutuhan terhadap konektivitas berkualitas terus meningkat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital tidak hanya dapat diukur dari jumlah BTS maupun luas cakupan jaringan. Yang tak kalah penting adalah manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan dunia usaha.