Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam mengatakan, pemanfaatan teknologi cerdas dalam operasional memberikan dampak signifikan terhadap performa perusahaan. Salah satunya dalam menekan konsumsi daya listrik yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar industri telekomunikasi.
"Melalui inovasi ini, XLSMART mampu mengoptimalkan investasi, memangkas biaya operasional, serta mereduksi konsumsi energi secara signifikan hingga 40 persen pada berbagai sektor solusi yang kami kembangkan," ujar Shurish.
Meski demikian, tantangan industri telekomunikasi ke depan bukanlah menghentikan pertumbuhan trafik data. Kebutuhan terhadap layanan digital justru diperkirakan terus meningkat seiring meluasnya penggunaan cloud, streaming, Internet of Things (IoT), 5G, dan AI.
Karena itu pekerjaan rumah bagi operator adalah memastikan setiap penambahan kapasitas jaringan diikuti dengan pemanfaatan sumber daya yang semakin optimal.
Konsolidasi infrastruktur juga dapat menjadi bagian dari strategi tersebut. Setelah merger XL Axiata dan Smartfren, XLSMART melakukan integrasi jaringan dan konsolidasi infrastruktur untuk mengoptimalkan jaringan yang dimiliki.
Pada akhirnya, pertumbuhan digital tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar trafik yang mampu dilayani oleh sebuah jaringan. Lebih dari itu, efisiensi dalam menggunakan sumber daya juga menjadi ukuran penting lainnya.
Di tengah volume data yang terus membesar dan AI yang semakin dekat dengan berbagai aktivitas sehari-hari, efisiensi energi harus menjadi bagian dari kualitas pertumbuhan digital itu sendiri.
Tantangannya bukan lagi sekadar membangun jaringan yang lebih besar, melainkan menghadirkan jaringan yang mampu bekerja lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.