"Pembangunan infrastruktur digital harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia. Karena itu, kami memperkuat jaringan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah," kata Merza dalam Media Gathering XLSMART di Jakarta, Jumat (5/9) lalu.
Ekspansi jaringan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan infrastruktur telekomunikasi berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital. Namun, semakin besar jaringan yang harus dioperasikan, semakin besar pula kebutuhan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Efisiensi energi menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan jaringan telekomunikasi. BTS beserta berbagai perangkat pendukungnya membutuhkan listrik untuk beroperasi. Di sisi lain, trafik data tidak selalu berada pada tingkat yang sama sepanjang hari.
Teknologi kemudian menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan tersebut. Jaringan yang mampu membaca pola trafik dan menyesuaikan penggunaan sumber daya secara dinamis berpotensi mengurangi konsumsi energi ketika kapasitas tidak digunakan secara maksimal.
Pemanfaatan AI membuka peluang yang lebih luas. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk membuat konten atau membantu pekerjaan manusia, tetapi juga dapat diterapkan di balik layar untuk mengoptimalkan operasional jaringan.
Ketika volume data yang harus dikelola semakin besar, kemampuan sistem untuk membaca pola, memprediksi kebutuhan, serta menjalankan otomatisasi menjadi semakin penting.
XLSMART sendiri telah mengembangkan pemanfaatan AI dalam pengelolaan jaringan. Perusahaan menyebut teknologi tersebut digunakan, antara lain, melalui AI copilot pada Network Operations Center dan tim rekayasa lapangan untuk membantu berbagai proses operasional jaringan.
Dalam pengembangan solusi digital yang lebih ramah lingkungan, XLSMART juga memiliki X-Site. Solusi tersebut dapat memantau suhu di dalam perangkat BTS sekaligus mengontrol sistem pendingin secara otomatis.