NADIKABAR.COM — Kepala Ekonom PT Permata Bank Tbk Josua Pardede menilai pemerintah perlu memprioritaskan pemberian insentif kepada sektor usaha padat karya untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah.

Menurut Josua, pertumbuhan pendapatan riil masyarakat yang melambat dan investasi yang semakin mengarah ke sektor padat modal menjadi tantangan bagi kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kalau kita lihat pendapatan riil sebelum pandemi, pertumbuhannya bisa di atas 5 persen. Namun, setelah pandemi, pertumbuhan pendapatan riil melambat menjadi di bawah 5 persen," ujar Josua dalam acara Permata Bank Wealth Wisdom 2026 di Jakarta, Kamis (22/10).

Ia menjelaskan pemerintah memiliki berbagai program, tetapi kondisi fiskal saat ini menuntut penentuan prioritas belanja yang memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Salah satu persoalan struktural yang perlu diperhatikan adalah menyusutnya kelompok kelas menengah di tengah pertumbuhan ekonomi yang dinilai belum cukup kuat untuk menopang peningkatan pendapatan.

Josua juga menyoroti arah investasi yang semakin banyak mengalir ke sektor jasa dan sektor padat modal. Menurutnya, sektor-sektor tersebut tidak selalu mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga dukungan pemerintah perlu mempertimbangkan kemampuan penciptaan lapangan kerja.

"Karena itu, pemerintah, jika memiliki anggaran untuk dibelanjakan atau memberikan dukungan insentif, perlu mengarahkan insentif tersebut kepada sektor-sektor yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar," ujarnya.