Ia menilai kebijakan tersebut diperlukan agar pendapatan masyarakat yang berada di kelas menengah tetap terjaga.

"Jangan sampai mereka turun dari kelas menengah dan akhirnya masuk ke kelompok miskin. Itu yang tidak kita harapkan," ujar Josua.

Menurut Josua, pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu memastikan manfaat pertumbuhan tersebut dirasakan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja.

"Kualitas pertumbuhan sangat penting. Kita tidak lagi hanya berbicara soal angka, tetapi bagaimana kualitasnya. Bagaimana kita memprioritaskan kualitas dibandingkan kuantitas," tuturnya.

Di sisi lain, Josua memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) berada di kisaran 6 persen pada akhir 2027.

Proyeksi tersebut membuka kemungkinan BI kembali mengetatkan kebijakan moneter, bergantung pada perkembangan inflasi, nilai tukar rupiah, dan biaya pembiayaan.