Pengembangan layanan juga mencakup penanganan kasus kanker kompleks melalui transplantasi sumsum tulang (Bone Marrow Transplant/BMT).
Sementara itu, SITPEC dan Orthopedic Center akan menjadi ekosistem sports medicine dan ortopedi terintegrasi, dengan fasilitas lengkap untuk mendukung penanganan cedera, tindakan advanced berbantuan robot, rehabilitasi, hingga peningkatan performa fisik bagi atlet, sport enthusiast, dan masyarakat umum.
"Melalui pengembangan ini, kami menghadirkan layanan medis advanced yang semakin dekat bagi masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur," tutur Navin.
Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua, menilai peningkatan kepercayaan masyarakat Jawa Timur kepada MHSB sebagai motivasi untuk terus memperluas kapasitas dan meningkatkan kapabilitas medis dalam menangani berbagai kasus, termasuk kasus kompleks.
Sejak beroperasi pada 2021, Mayapada Hospital Surabaya mencatat lebih dari satu juta kunjungan pasien, dengan penanganan terhadap lebih dari 15.000 kasus jantung, 14.000 kasus ortopedi, 3.000 kasus kanker, serta 2.000 kasus saraf dan otak.
Menurut dr. Bona, kepercayaan terhadap MHSB juga bertumbuh dari berbagai mitra perusahaan, asuransi, organisasi, hingga klub olahraga seperti Persebaya Surabaya melalui ekosistem sports medicine yang disediakan layanan SITPEC.
"Kepercayaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kompetensi tim medis, menerapkan standar internasional, dan menghadirkan teknologi canggih dalam menangani kasus kompleks. Kami siap menghadirkan layanan yang semakin komprehensif dan personal bagi pasien," kata dr. Bona.
Berbarengan dengan ekspansi fisik tersebut, Mayapada Hospital Surabaya juga memperkuat berbagai inovasi layanan penunjang. Salah satunya lewat penggunaan teknologi VELYS™ Robotic-Assisted Solution di Orthopedic Center.