NADIKABAR.COM — Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus dilakukan melalui kegiatan eksplorasi dan produksi migas yang masif dan berkelanjutan. Kegiatan eksplorasi menjadi strategi penting untuk menemukan cadangan baru guna menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus mendukung target peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional.
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani pada acara Policy Series bertema "Darurat Eksplorasi, Mutlaknya Kolaborasi Mendukung Ketahanan Energi Nasional" di Jakarta, Rabu (14/10) menyampaikan untuk meningkatkan volume cadangan migas diperlukan suatu terobosan seperti eksplorasi di area frontier ataupun deep water maupun penemuan potensi-potensi cadangan migas raksasa (giant fields) yang baru.
Di forum yang sama, Koordinator Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha menyampaikan perlunya peningkatan eksplorasi, penemuan cadangan baru, dan optimalisasi produksi minyak bumi.
"Selain itu, diperlukan urgensi percepatan eksplorasi, pengembangan lapangan gas baru, dan penguatan infrastruktur untuk menjaga ketahanan pasokan gas nasional," kata Satya.PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero) juga terus memperkuat strategi menjaga produksi minyak dan gas bumi di tengah penurunan alamiah produksi pada wilayah kerja eksisting.
PHE juga terus memperluas portofolio eksplorasi melalui akuisisi wilayah kerja baru dan kerja sama dengan mitra strategis.
Direktur Eksplorasi PHE Asep Samsul Arifin mengungkap langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penurunan produksi alamiah sekaligus membuka peluang penemuan sumber daya migas baru.
Asep mengatakan Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas.
"Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," kata Asep dalam keterangan tertulis.
Dalam lima tahun terakhir, PHE memperluas wilayah operasinya melalui akuisisi wilayah kerja baru serta pelaksanaan joint study bersama sejumlah perusahaan energi internasional.
Hingga Juli 2026, PHE telah memiliki 12 joint study, dengan 10 studi masih berjalan, satu studi selesai, dan satu studi menunggu persetujuan pemerintah.
Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah mitra global. Selain itu, sepanjang 2023-2026 PHE memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia, yakni Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang.
PHE juga memperoleh satu wilayah kerja eksplorasi di Malaysia, yakni Blok SK-510.
Asep mengatakan perluasan wilayah kerja dan kerja sama dengan mitra global menjadi bagian dari upaya PHE membangun portofolio eksplorasi yang berkelanjutan.