Berdasarkan data S&P Global 2026 untuk periode 2021-2025, PHE tercatat sebagai National Oil Company (NOC) dengan penambahan luas area eksplorasi baru terbesar di dunia, mencapai lebih dari 90 ribu kilometer persegi.

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai PHE sudah melakukan cukup banyak upaya mulai dari penggunaan teknologi hingga eksplorasi di tengah penurunan produksi alamiah yang menjadi tantangan besar bagi industri hulu migas.

"Ya, saya kira sudah cukup banyak upaya yang dilakukan. Misalnya penggunaan teknologi EOR, kemudian juga eksplorasi di sumur-sumur tua," ujar Fahmy kepada NadiKabar.com beberapa waktu lalu.

Fahmy pun mendorong pengeboran dan eksplorasi di wilayah yang masih memiliki potensi.

"Penggunaan teknologi yang canggih di daerah-daerah sulit, di situ masih ada harapan. Itu memang sulit karena butuh investasi cukup besar," ujar Fahmy.

Sementara itu Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti mengatakan langkah Pertamina terkait produksi selama ini sudah benar arahnya.

Di tengah tantangan laju penurunan alamiah sumur minyak 24 persen, Pertamina menurutnya masih bisa mempertahankan produksi minyaknya.

Hal ini menurut Yayan tak lepas dari eksplorasi baru sumur-sumur minyak. Misalnya dua sumur pengembangan lepas pantai di Lapangan Sejadi, Kalimantan Timur yang bisa menambah 1.865 bph.Lalu di lapangan tua PHR Zona 4, 27 sumur pengembangan menambah minyak sebanyak 1.549 bph.

Yayan mengatakan dengan asumsi rata-rata tiap sumur bisa menghasilkan sekitar 57 bph, dibutuhkan ratusan sumur pengembangan baru untuk mengompensasi tren penurunan alamiah.

"Persis skala 887 sumur yang memang dikerjakan PHE pada 2025," kata Yayan.

Kerja keras Pertamina untuk memproduksi minyak di ratusan sumur-sumur ini dilakukan untuk tetap menjamin ketersediaan pasokan.

"Pengeboran pengembangan wajib terus berjalan, tanpanya produksi runtuh," kata Yayan.

Sementara itu, Corporate Secretary PHE Hermansyah Y Nasroen mengatakan perusahaan juga terus menjalankan berbagai strategi untuk meningkatkan produktivitas lapangan dan menjaga produksi.