Saat ini, PHE berkontribusi sebesar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 35 persen terhadap produksi gas nasional. Perusahaan juga mengoperasikan 27 persen blok migas di Indonesia.

PHE pun terus memperkuat kinerja melalui berbagai program strategis untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas.

Upaya tersebut difokuskan pada revitalisasi aset eksisting, pengembangan lapangan baru (greenfield), implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR), eksplorasi migas konvensional maupun nonkonvensional, optimalisasi fiskal, serta pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage (CCS/CCUS).

"Di tengah tantangan natural decline yang semakin tinggi, kami mampu menjaga pertumbuhan produksi melalui pengembangan lapangan secara agresif, penerapan teknologi, eksplorasi yang berkelanjutan, serta pengelolaan operasi yang unggul," ujar Hermansyah dalam keterangannya.

Sepanjang 2025, PHE mencatatkan produksi migas sebesar 1,032 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Angka tersebut terdiri atas produksi minyak sebesar 556 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 2.757 juta kaki kubik per hari.

Kinerja tersebut didukung pemboran eksploitasi sebanyak 887 sumur, workover pada 1.288 sumur, serta well service pada 37.266 sumur.

Di bidang eksplorasi, PHE melakukan pemboran 20 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi.

Kegiatan eksplorasi tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE). Salah satu kontribusi utama berasal dari temuan migas nonkonvensional di Wilayah Kerja Rokan sebesar 724,22 juta barel minyak (MMBO).

PHE juga membukukan tambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 314 MMBOE melalui aktivitas merger dan akuisisi, termasuk kontribusi aset di Aljazair melalui proyek MLN Phase 5 di Blok 405a.

Pada 2026, PHE akan melanjutkan sejumlah program strategis, mulai dari pengembangan lapangan baru, rejuvenasi aset, penerapan teknologi EOR, hingga eksplorasi laut dalam.

Sejumlah proyek yang dikembangkan antara lain Lapangan Akasia Prima, Padang Pancuran, OO OX ONWJ, Sisi Nubi AOI, South Senoro, Manpatu, dan Masela.

Selain itu, PHE menjalankan program rejuvenasi aset di Benuang, Lima ONWJ, ABAB, Tanjung Miring Barat, Lembak Kemang Tapus, dan Salawati.

Untuk memperkuat eksplorasi jangka panjang, PHE juga mengembangkan eksplorasi laut dalam di Natuna Timur serta proyek CCS.