Dia menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mempertahankan swasembada beras tanpa impor menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional. Menurutnya, negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri memiliki perlindungan lebih kuat ketika terjadi konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok internasional.
"Kita tidak boleh bergantung pada negara lain untuk urusan pangan. Bayangkan kalau terjadi konflik besar, jalur perdagangan terganggu, negara-negara menahan ekspornya, sementara kita masih bergantung pada impor. Risikonya sangat besar. Karena itu, swasembada adalah kekuatan dan perlindungan bagi bangsa," jelasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi di tengah ancaman El Nino, pemerintah terus memperkuat optimalisasi lahan, pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, serta penggunaan benih tahan kekeringan. Presiden Prabowo juga memberikan dukungan kepada petani melalui peningkatan alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton, penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, dan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.
Amran menekankan bahwa kondisi pangan nasional yang relatif aman harus disyukuri sekaligus dijaga. Produksi harus terus ditingkatkan, cadangan diperkuat, dan petani dilindungi agar Indonesia tidak kembali bergantung pada pasokan pangan negara lain.
Di tengah ancaman penurunan produksi dan kenaikan harga beras dunia, keberhasilan Indonesia mempercepat swasembada pangan menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pasokan, melindungi masyarakat dari gejolak harga, serta mempertahankan kedaulatan pangan nasional.
Ketika banyak negara menghadapi ketidakpastian pasokan akibat El Nino, Indonesia memiliki kekuatan produksi dan cadangan pangan sendiri. Swasembada bukan sekadar kemampuan memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga perlindungan strategis agar rakyat Indonesia tidak mudah terdampak gejolak pangan dunia.
"Alhamdulillah, kita patut bersyukur pangan Indonesia aman berkat kebijakan tepat Bapak Presiden. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Produksi harus terus ditingkatkan, cadangan diperkuat, dan petani dilindungi. Ada keringat petani dan ada negara yang hadir," tutup Amran.