NADIKABAR.COM — El Nino selama ini dikenal sebagai fenomena iklim yang dapat mengubah pola cuaca, meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah, hingga memengaruhi curah hujan. Namun, ada efek lain yang jarang diketahui, fenomena ini juga bisa membuat durasi satu hari di Bumi sedikit lebih panjang.
Perubahan tersebut berkaitan dengan rotasi Bumi yang melambat ketika El Nino menguat. Meski sangat kecil, efeknya dapat diukur secara ilmiah. Dikutip dari AccuWeather, fenomena iklim yang menguat di Samudra Pasifik itu dapat mengubah pola angin global, yang pada akhirnya memengaruhi kecepatan rotasi planet kita.
Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) menjelaskan bahwa perubahan durasi hari tersebut hanya sekitar satu milidetik pada puncak El Nino yang kuat.
"Namun, perubahan tersebut hanya sekitar 1 milidetik pada puncak El Nino yang kuat," jelas NOAA.
Satu milidetik setara dengan seperseribu detik. Dengan durasi satu hari sekitar 86.400 detik, tambahan waktu ini teramat kecil dan tidak akan terasa dalam aktivitas sehari-hari. Namun, bagi para ilmuwan yang mengukur rotasi Bumi secara presisi, perubahan sekecil itu tetap berarti.
El Nino merupakan fenomena iklim yang ditandai oleh pemanasan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik tropis. Perubahan suhu laut ini memengaruhi sirkulasi atmosfer dan pola angin dalam skala luas.
Ketika El Nino menguat, angin pasat di wilayah tropis Pasifik cenderung melemah. Sementara itu, angin yang bergerak dari barat ke timur di wilayah yang lebih jauh dari khatulistiwa dapat menguat.