Perubahan pola angin tersebut memengaruhi distribusi momentum sudut antara atmosfer dan Bumi. Momentum sudut merupakan besaran fisika yang berkaitan dengan gerak rotasi suatu sistem.
Ketika momentum sudut terdistribusi ulang antara atmosfer dan Bumi, kecepatan rotasi planet dapat berubah sedikit. Dalam kondisi El Nino kuat, perubahan ini dapat membuat Bumi berputar sedikit lebih lambat sehingga durasi hari bertambah.
Artinya, El Nino tidak secara langsung menambah waktu dalam sehari melalui perubahan cuaca yang kita rasakan. Efeknya bekerja melalui perubahan dinamika atmosfer yang turut memengaruhi rotasi planet.
Untuk memahami mekanisme tersebut, bayangkan seorang penari balet yang sedang berputar. Ketika kedua lengannya ditarik mendekati tubuh, putarannya menjadi lebih cepat. Sebaliknya, saat lengannya direntangkan, putarannya melambat.
Prinsip ini berkaitan dengan kekekalan momentum sudut. Perubahan distribusi massa terhadap sumbu rotasi memengaruhi kecepatan putaran suatu benda.
Bumi dan atmosfernya memang jauh lebih kompleks daripada seorang penari balet. Namun, analogi tersebut membantu menjelaskan bagaimana perubahan distribusi momentum sudut dapat memengaruhi kecepatan rotasi.
Dalam kasus El Nino, perubahan pola angin global mengubah distribusi momentum sudut atmosfer-Bumi. Dampaknya terhadap rotasi Bumi memang sangat kecil, tetapi dapat terdeteksi melalui pengukuran presisi.