Jika El Nino cenderung memperlambat rotasi Bumi, fenomena iklim yang berlawanan, La Nina, dapat memberikan efek sebaliknya. "La Nina cenderung memberikan efek yang berlawanan," kata NOAA.
Dengan kata lain, perubahan dinamika atmosfer selama La Nina dapat membuat rotasi Bumi sedikit lebih cepat sehingga durasi hari menjadi lebih pendek. Meski demikian, perubahan kecepatan rotasi Bumi tidak hanya dipengaruhi oleh El Niño dan La Niña. Ada berbagai proses alam lain yang turut berperan.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjelaskan bahwa perubahan di atmosfer, lautan, air tanah, dan lapisan es dapat memengaruhi rotasi Bumi dalam rentang waktu yang berbeda. Bahkan, variasi cuaca harian dan musiman juga bisa menyebabkan perubahan kecil pada durasi hari.
"Variasi cuaca musiman dan harian kita dapat memengaruhi panjang hari hingga beberapa milidetik selama setahun," jelas NASA.
Hal ini menunjukkan bahwa durasi satu hari di Bumi tidak selalu persis sama jika diukur dengan ketelitian sangat tinggi. Rotasi planet dipengaruhi oleh beragam proses yang terus berlangsung di sistem Bumi.
Walaupun demikian, tambahan sekitar satu milidetik saat El Nino kuat tidak akan membuat manusia merasakan hari yang lebih panjang. Jam, rutinitas, dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa.
Fenomena ini justru memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara atmosfer, lautan, dan gerak planet. Perubahan pola angin akibat fenomena iklim yang terjadi ribuan kilometer dari tempat kita berada ternyata dapat memengaruhi salah satu gerakan paling mendasar di Bumi, yakni rotasinya.