"Kejadian ini menjadi pembelajaran kami untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap fasilitas-fasilitas layanan tidak hanya di Staisun Duri namun juga di stasiun-stasiun lainnya, sehingga kejadian yang sama tidak terulang lagi," kata Karina.
Dari 12 orang yang terdampak gangguan eskalator kemarin, Karina mengatakan, sebanyak 7 orang sudah melanjutkan perjalanan, 5 orang dirujuk ke RS Duta Indah yang mana 3 orang diantaranya sudah kembali ke rumah dan 2 orang masih dalam perawatan. Untuk pembiayaan selama proses perawatan menggunakan asuransi Jasa Raharja Putra (JRP).
"Kami telah berkordinasi dengan JRP untuk jaminan pembiayaan kepada seluruh pengguna yang berdampak selama masa perawatan dan pengobatan," jelas Karina.