NADIKABAR.COM — PT FAP Agri Tbk (FAPA) buka suara terkait pemberitaan pemanggilan perseroan terkait penyelidikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Pemerintah Singapura pada 28 Oktober 2026.
Pernyataan itu disampaikan FAP Agri dalam keterbukaan informasi, Selasa (3/11).
Perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit itu membantah dipanggil pemerintah Singapura dalam pembahasan maupun penyelidikan terkait karhutla. Perusahaan juga menyatakan entitas anaknya tidak memiliki keterlibatan dalam pemanggilan tersebut.
"Tidak. Sampai dengan tanggal surat ini, perseroan dan entitas anak tidak pernah mendapat informasi keterlibatan dalam pembahasan, permintaan informasi, atau pencarian fakta yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan tersebut," tulis FAP Agri dalam keterbukaan informasi, Selasa (3/11).
Manajemen FAP Agri menjelaskan berdasarkan informasi di situs Singapore Exchange (SGX) pada 30 Oktober 2026, grup terafiliasi yang disebut dalam pemberitaan hanya diminta memberikan penjelasan dan informasi. Grup tersebut merupakan entitas yang terdaftar di bursa saham Singapura.
FAP Agri juga menegaskan belum menerima hukuman maupun hasil pemeriksaan penyelidikan karhutla RI dari instansi berwenang.