NADIKABAR.COM — PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mengakui adanya peretasan pada aplikasi yang digunakan perseroan untuk mengelola data pelanggan. Perusahaan mengaku telah menghentikan akses tersebut dalam waktu 24 jam sejak terdeteksi, memperbaiki celah keamanan, memperbarui sistem, dan memperkuat perlindungan data.

Berdasarkan investigasi internal, FORE menemukan adanya aktivitas tidak wajar berupa akses tanpa izin pada platform terkait. Kejadian tersebut berdampak kepada data 5,7 juta akun pelanggan.

Data pelanggan yang mengalami peretasan mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, hashed PIN, dan riwayat pembelian melalui aplikasi Fore.