NADIKABAR.COM — Aktivitas sebuah pesawat antariksa misterius milik China kembali menjadi sorotan. Foto yang baru diungkap badan intelijen militer Amerika Serikat memperlihatkan pesawat tersebut berada di orbit Bumi dan diduga tengah merapat atau melakukan docking dengan sebuah satelit yang belum teridentifikasi.

Foto tersebut dirilis oleh Defense Intelligence Agency (DIA) Amerika Serikat dalam sebuah laporan intelijen yang sebelumnya tidak dipublikasikan. Gambar memperlihatkan pesawat antariksa Shenlong milik China dengan pintu ruang muatan (payload doors) terbuka.

Dikutip dari IFLScience, foto tersebut diambil pada 2024 menggunakan satelit WorldView 3 milik Vantor, yang sebelumnya dikenal sebagai Maxar Intelligence. Satelit pengamat Bumi itu berhasil mengabadikan Shenlong dari jarak sekitar 90 kilometer.

Kemampuan pencitraannya terbilang mengesankan. Foto tersebut memiliki resolusi hingga 4,5 cm per piksel, sehingga memungkinkan pengamatan objek di orbit dengan tingkat detail tinggi. Dalam gambar itu, Shenlong tampak berada sangat dekat dengan sebuah satelit yang identitas maupun tujuannya belum diketahui secara pasti.

Shenlong pertama kali diluncurkan China ke orbit pada 2020. Saat itu, pemerintah China menyebut peluncuran tersebut sebagai pengujian teknologi pesawat antariksa yang dapat digunakan kembali atau reusable spaceplane.

Sejak penerbangan pertamanya, Shenlong telah menjalani beberapa misi di luar angkasa. Pesawat ini bahkan diketahui mampu bertahan selama berbulan-bulan di orbit Bumi sembari melakukan berbagai manuver yang belum sepenuhnya diketahui publik.

Aktivitas Shenlong juga pernah menarik perhatian para pengamat antariksa independen pada Desember 2023. Ketika itu, pesawat tersebut terpantau diikuti enam objek misterius.

Beberapa objek bahkan diketahui memancarkan pola sinyal berulang ke Bumi. Lima bulan kemudian, Shenlong masih terpantau bersama objek-objek tersebut, termasuk satu objek tambahan yang dilepaskan ketika pesawat melakukan manuver.

Astronom dan astrofisikawan Jonathan McDowell sempat memberikan penjelasan mengenai kemungkinan fungsi objek tambahan tersebut.

"Objek ini bisa jadi merupakan satelit kecil yang dilepaskan dari wahana antariksa, atau bisa juga berupa perangkat keras yang dibuang sebelum misi berakhir dan pesawat melakukan deorbit (pada penerbangan pertamanya, pesawat antariksa tersebut melakukan hal serupa)," kata McDowell.

Artinya, objek tersebut mungkin merupakan satelit kecil yang sengaja dilepaskan atau perangkat keras yang dibuang sebelum misi berakhir dan pesawat melakukan deorbit.

"Akan menarik untuk melihat apakah pesawat antariksa tersebut melakukan manuver atau segera mendarat," McDowell menambahkan.

Menurutnya, akan menarik untuk melihat apakah pesawat tersebut akan melakukan manuver atau segera kembali mendarat. Foto terbaru yang dirilis DIA semakin menambah teka-teki mengenai kemampuan Shenlong.

Pasalnya, laporan intelijen tersebut juga mengungkap aktivitas pesawat antariksa China yang pernah melakukan manuver bersama satelit lain. Dalam laporan itu disebutkan bahwa pada November 2022, Shenlong terpantau melakukan manuver dengan sebuah satelit pendamping.

"Pada November 2022, pesawat antariksa ini tampaknya melakukan manuver bersama sebuah satelit pendamping dan mempertahankan posisinya pada jarak sekitar 1 kilometer," demikian penjelasan dalam laporan DIA.

"Pada satu titik, kedua objek tersebut terpantau berada dalam jarak kurang dari 100 meter satu sama lain. Pesawat antariksa dan satelit itu kemungkinan melakukan pertemuan di orbit sebelum satelit tersebut dilepaskan kembali."

Dengan kata lain, pesawat antariksa tersebut diduga pernah melakukan manuver untuk mempertahankan posisinya pada jarak sekitar 1 kilometer dari satelit pendamping.

Pada satu kesempatan, keduanya bahkan terpantau berada dalam jarak kurang dari 100 meter. Keduanya kemungkinan melakukan pertemuan di orbit sebelum satelit tersebut dilepaskan kembali.

Kemampuan mendekati, mempertahankan posisi, hingga melakukan manuver bersama objek lain merupakan kemampuan penting dalam operasi antariksa.Aktivitas semacam ini dapat berkaitan dengan berbagai keperluan, mulai dari pelepasan satelit, pemeriksaan objek di orbit, hingga pengujian teknologi pertemuan dan pergerakan antarpesawat luar angkasa.

Namun, hingga kini tujuan sebenarnya dari manuver Shenlong belum diketahui. Salah satu kemampuan Shenlong yang menarik perhatian adalah daya tahannya selama menjalankan misi di luar angkasa.

Pesawat ini diketahui mampu bertahan di orbit selama lebih dari sembilan bulan. Selain itu, Shenlong juga dapat beroperasi bersama sejumlah objek lain yang dilepaskan selama penerbangan.

Kemampuan tersebut membuatnya kerap dibandingkan dengan X-37B milik Amerika Serikat, pesawat antariksa eksperimental yang juga menjalankan misi jangka panjang di orbit Bumi.

Kedua negara memang mengembangkan teknologi pesawat antariksa yang dapat digunakan kembali. Namun, detail mengenai kemampuan dan tujuan operasional masing-masing pesawat masih terbatas.

China sendiri menyatakan bahwa pengembangan Shenlong merupakan bagian dari pengujian teknologi pesawat antariksa yang dapat digunakan kembali. Dalam laporan media pemerintah China yang dikutip setelah Shenlong kembali ke Bumi pada 2024, disebutkan bahwa pesawat tersebut telah menyelesaikan misi selama 268 hari di orbit.

"Wahana antariksa tersebut, yang diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut, kembali ke Bumi setelah menjalani 268 hari beroperasi di orbit," demikian laporan media pemerintah China.

Keberhasilan misi tersebut disebut sebagai pencapaian dalam pengembangan teknologi wahana antariksa reusable.

"Keberhasilan eksperimen ini menunjukkan semakin matangnya teknologi wahana antariksa China yang dapat digunakan kembali. Teknologi tersebut akan membuka jalan bagi metode perjalanan pulang-pergi ke luar angkasa yang lebih praktis dan terjangkau untuk kepentingan damai di masa depan."

China menyebut keberhasilan eksperimen tersebut menunjukkan semakin matangnya teknologi pesawat antariksa yang dapat digunakan kembali. Teknologi ini diharapkan membuka jalan bagi perjalanan pulang-pergi ke luar angkasa yang lebih mudah dan terjangkau untuk kepentingan damai.

Meski demikian, foto terbaru yang memperlihatkan Shenlong diduga merapat ke satelit misterius kembali memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan lain yang sedang diuji China di orbit Bumi. Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai identitas satelit dalam foto tersebut maupun tujuan manuver yang dilakukan Shenlong.