NADIKABAR.COM — Samsung Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 membantu pengguna memahami kesehatan jantung secara lebih personal melalui fitur Heart Health Score di Samsung Health. Fitur ini merangkum sejumlah indikator, mulai dari pola tidur, aktivitas fisik, beban pembuluh darah, hingga indeks massa tubuh (BMI).

Dengan informasi tersebut, pengguna dapat melihat kebiasaan yang perlu diperbaiki tanpa harus menganalisis berbagai data kesehatan secara terpisah.

Pendekatan ini sejalan dengan visi Samsung, Rest and Do the Rest, yang mendorong pengguna lebih proaktif menjaga kesehatan melalui pemahaman kondisi tubuh.

Heart Health Score dirancang untuk memberikan gambaran kebiasaan yang berkaitan dengan kesehatan jantung berdasarkan empat indikator utama.

Pertama, 7-day Sleep Time Average, yaitu rata-rata durasi tidur selama tujuh hari terakhir untuk membantu pengguna memahami konsistensi waktu istirahat.

Kedua, 7-day Moderate to Vigorous Activity, yang mencatat aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi selama sepekan, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berlari.

Ketiga, Vascular Load, yakni indikator yang menggambarkan beban pada sistem pembuluh darah dibandingkan kondisi acuan tubuh pengguna.

Keempat, Body Mass Index (BMI), yang menunjukkan hubungan antara berat dan tinggi badan.

Melalui kombinasi indikator tersebut, Samsung Health membantu pengguna memahami pola kesehatan sekaligus memberikan wawasan untuk membangun kebiasaan lebih sehat.

Menariknya, Heart Health Score tidak hanya menampilkan angka harian. Samsung Health juga menyediakan grafik tren selama tujuh hari.

Dengan demikian, pengguna dapat melihat perubahan skor dari waktu ke waktu, bukan sekadar terpaku pada hasil satu hari.

Misalnya, seseorang yang rutin berolahraga tetapi sering kurang tidur dapat membandingkan kedua indikator tersebut untuk mengevaluasi kebiasaannya.

Pendekatan ini membantu pengguna memahami pentingnya konsistensi aktivitas fisik dan waktu istirahat.

Salah satu indikator penting adalah Vascular Load, yang menampilkan perubahan beban vaskular terhadap Baseline atau kondisi acuan pengguna.

Samsung Health menyertakan penjelasan untuk membantu pengguna memahami perubahan indikator tersebut.

Sementara itu, pengguna dapat mengukur komposisi tubuh melalui fitur Body Composition di Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2.

Caranya, buka Body Composition pada smartwatch, lalu tempelkan dua jari pada tombol samping sesuai petunjuk layar selama sekitar 30 detik.

Hasil pengukuran membantu melengkapi informasi komposisi tubuh yang tersedia di Samsung Health.

Perlu diingat, Heart Health Score dan Vascular Load merupakan fitur pemantauan kesehatan, bukan alat diagnosis penyakit jantung. Ketersediaan fitur juga dapat bergantung pada wilayah dan perangkat lunak.

Melalui Heart Health Score, Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 tidak sekadar mencatat aktivitas atau detak jantung, tetapi membantu pengguna memahami hubungan antara tidur, olahraga, dan kondisi tubuh.

Informasi tersebut dapat menjadi pengingat untuk memperbaiki pola istirahat, lebih aktif bergerak, dan menjaga kebiasaan sehat secara konsisten.

Bagi yang tertarik, Samsung Galaxy Watch9 tersedia di Indonesia dengan harga mulai Rp5.999.000, sedangkan Galaxy Watch Ultra2 dibanderol Rp10.499.000.

Dengan berbagai fitur pemantauan kesehatan tersebut, kedua smartwatch ini dapat menjadi pendamping untuk membangun gaya hidup lebih sehat dan terukur.