NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan akan mundur dari rata-rata klimatologisnya akibat kekeringan berkepanjangan yang menurunkan potensi pembentukan awan hujan. Menurut laporan terbaru, musim hujan tahun ini diprakirakan akan mundur sekitar 30 hari.

Kombinasi El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan pada musim kemarau tahun ini mengakibatkan sebagian wilayah Indonesia mengalami kekeringan yang cukup parah, beberapa daerah bahkan masih mengalami kebakaran hutan hingga saat ini.

Menurut para ahli, kondisi tersebut menyebabkan mundurnya awal musim hujan karena kurangnya kelembapan permukaan yang berimbas pada berkurangnya proses penguapan yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan rata-rata musim hujan di wilayah Indonesia pada tahun ini diprediksi mundur sekitar 20 hingga 30 hari. Di beberapa wilayah hujan diprakirakan mulai turun pada November, sementara yang lain mulai di bulan Desember.