"Ini yang perlu kita waspadai karena sifat hujannya normal, artinya berdasarkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, jumlah hujan yang turun relatif sama, tetapi durasinya lebih pendek. Untuk akhir tahun ini hingga awal tahun depan, bencana hidrometeorologi basah perlu kita waspadai bersama" tegas Faisal.

Di samping itu, BMKG dan BNPB juga telah berupaya menangani kebakaran hutan dengan melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat pembentukan awan hujan di titik-titik kebakaran yang menjadi prioritas seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

"Di Kalimantan Tengah, potensi pertumbuhan awan cukup tinggi mulai hari ini hingga lima hari ke depan. Sementara itu, di Sumatera Selatan, potensinya tinggi mulai besok hingga lima hari berikutnya," ungkapnya.