Dia menjabarkan pada kuartal pertama tahun lalu, Nasmoco mencatat penjualan sebanyak 3.438 unit. Namun pada kuartal pertama tahun ini turun 3.105 unit.
"Karena tahun lalu di Q1, di Jawa Tengah belum berlaku opsen. Jadi untuk diketahui, mungkin bapak atau ibu semua mengerti masalah opsen, ya. Opsen itu adalah pajak regional yang dikenakan kira-kira 66% dari BBNKB dan PKB yang berlaku. Jadi harga di Jawa Tengah memang lebih tinggi, Pak," ujar Jojana.
Dia lebih lanjut mengungkap dengan penerapan opsen, pasar di Jateng dan DIY turun 30 persen. Namun, kini kondisinya sudah mulai pulih. Penjualan di Nasmoco sudah mengalami peningkatan.