"Q2 sejak ada opsen itu 2.600, tapi tahun ini karena sudah latihan satu tahun, ya, mungkin ototnya udah kuat lagi, jualan kami naik ke 3.500. Kemudian Q3, khusus Juli dan Agustus, tahun lalu itu masih 1.800, tapi syukur sekarang kita udah mencapai 2.288. Secara total dibanding tahun lalu, jualan kita udah 8.900 atau naik 7,6% versus last year ya," beber Jojana.
Penerapan opsen ini tak lepas dari protes warga di Jateng. Pada awal tahun 2026, di media sosial, warga Jateng mengeluhkan pajak kendaraan jadi naik signifikan akibat adanya opsen. Untuk diketahui, tarif PKB di Jawa Tengah dihitung sebesar 1,74 persen dari nilai jual kendaraan bermotor atau NJKB yang terdiri dari tarif provinsi sebesar 1,05 persen dan opsen pajak sebesar 66 persen. Jadi kenaikan pajak akibat opsen sekitar 16 persen.