NADIKABAR.COM — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) memperluas jaringan internasional melalui pembentukan 18 Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) untuk mendongkrak nilai ekspor dalam membantu produk ekonomi kreatif Indonesia.

"Saat ini juga ada 18 dewan perwakilan (Gekrafs) luar negeri. Memang di tahun pertama kami hadir adalah pelaku usaha ekonomi kreatif harus lebih dihargai," kata Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gekrafs Temi Sumarlin saat konferensi pers di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin.

Menurut Temi, keberadaan perwakilan di luar negeri menjadi salah satu langkah organisasi dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di Indonesia.

Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk inovatif, tetapi juga dapat memasarkannya secara lebih luas.

Gekrafs juga berupaya mempertemukan kepentingan pelaku usaha dengan regulator, lembaga pembiayaan, perguruan tinggi, dan jaringan internasional untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Temi menjelaskan sejak berdiri pada 2019, Gekrafs mengalami perkembangan dari organisasi yang pada awalnya hanya memiliki sekitar tujuh anggota.

Kini, Gekrafs menjadi jaringan dengan total 44 ribu anggota dan pengurus yang tersebar di Indonesia maupun luar negeri.

"Kami juga membentuk Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) untuk mendorong nilai ekspor Indonesia di berbagai negara," ucap Temi.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu modal bagi Gekrafs untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas jangkauan program pengembangan ekonomi kreatif.

"Pelaku ekonomi kreatif merupakan bagian penting dari penggerak perekonomian nasional. Potensi yang dimiliki para pelaku usaha perlu didukung melalui peningkatan kapasitas, pengembangan produk, dan perluasan akses pemasaran. Kami ingin ekonomi kreatif di Indonesia bisa berkelanjutan," jelas Temi.

Lebih lanjut, Premi menyebut dalam upaya memperluas pasar, Gekrafs berupaya membantu pelaku usaha ekonomi kreatif memasarkan dan mengekspor produknya ke berbagai negara.

Temi berharap keberadaan DPLN dapat menjadi penghubung bagi pelaku usaha yang ingin memperkenalkan produk mereka kepada pasar internasional.

Hal tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak di luar negeri.

"Penguatan jaringan internasional juga menjadi bagian dari upaya Gekrafs mendorong peningkatan nilai ekspor Indonesia melalui produk-produk ekonomi kreatif," kata Premi.