Aksi penyampaian aspirasi berlangsung sejak sekitar pukul 14.15 WIB Sabtu kemarin dan berakhir sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah melakukan komunikasi dan mediasi bersama perwakilan pengemudi truk, ASDP bersama beberapa pemangku kepentingan lainnya menyepakati sejumlah langkah untuk mempercepat pemulihan operasional dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan distribusi kendaraan berdasarkan kapasitas dan karakteristik kapal yang beroperasi. Kendaraan dengan muatan di atas 30 ton diarahkan untuk dilayani melalui kapal-kapal LCM, dengan optimalisasi muatan sesuai kapasitas kapal, sementara kendaraan dengan muatan di bawah 30 ton diarahkan melalui kapal MB 1, 2, 3, dan 4.

Pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kapasitas kapal dan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga distribusi kendaraan berlangsung lebih efektif dan tidak terkonsentrasi pada jenis kapal tertentu.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menjelaskan bahwa ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terkait juga terus mempercepat siklus pelayanan kapal, mulai dari proses sandar, pemuatan hingga keberangkatan, dengan tetap memperhatikan kondisi operasional dan standar keselamatan.

"Kuncinya adalah memastikan seluruh kapasitas yang tersedia dapat digunakan secara optimal. Pengaturan muatan dilakukan sesuai kapasitas kapal, sementara proses pelayanan kapal terus dipercepat melalui koordinasi yang semakin solid antara petugas, regulator, dan operator. Dengan langkah tersebut, antrean diharapkan dapat terus berkurang secara bertahap," jelas Media.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan asosiasi pelayaran untuk mengoptimalkan jumlah trip dan kapasitas angkut kapal. Sementara itu, asosiasi pengemudi turut berkomitmen mendukung kelancaran operasional dengan mengikuti arahan petugas terkait proses pemuatan kapal dan ketentuan operasional di kawasan pelabuhan.