Sekitar pukul 15.00 WIB sore ini, kepadatan kendaraan masih terpantau di kedua sisi lintasan sebagai dampak dari terganggunya operasional pada Sabtu. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya jumlah trip dan terjadinya akumulasi kendaraan pada akses menuju pelabuhan.
Di sisi Ketapang, antrean kendaraan tercatat sekitar 12 kilometer. Sementara di sisi Gilimanuk, antrean mencapai sekitar 3 kilometer dengan ekor antrean terpantau hingga kawasan Pertigaan Cekik.
Untuk mempercepat penguraian antrean, ASDP mengoperasikan 25 kapal pada lintasan Ketapang-Gilimanuk. Optimalisasi jumlah trip terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional, kapasitas kapal, pengaturan muatan, serta aspek keselamatan pelayaran.
"Kami memahami bahwa kondisi kepadatan ini berdampak langsung kepada pengguna jasa, khususnya angkutan logistik. Karena itu, percepatan pemulihan menjadi prioritas kami. Seluruh unsur di lapangan terus bekerja untuk memaksimalkan trip, mempercepat siklus pelayanan kapal, dan mengurai antrean secara bertahap. Kami mengimbau pengguna jasa tetap mengikuti arahan petugas agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan tertib dan optimal," tambah Media.
ASDP bersama regulator, operator pelayaran, asosiasi pengguna jasa, dan seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pola operasi hingga kondisi layanan kembali normal.
Optimalisasi armada dan fasilitas, pengaturan distribusi kendaraan, serta penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memastikan layanan Ketapang-Gilimanuk tetap aman dan lancar serta menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik pada jalur strategis Jawa-Bali.