NADIKABAR.COM — Google punya ambisi gila untuk membangun data center di luar angkasa guna mendukung kebutuhan komputasi dan kecerdasan buatan (AI). Untuk mewujudkan ide tersebut, perusahaan teknologi ini baru saja mengirimkan Tensor Processing Unit (TPU), pesaing GPU Nvidia, ke antariksa.
Google pada 1 Oktober 2026 meluncurkan prototipe satelit komputasi orbital dari California menggunakan roket SpaceX. Satelit tersebut TPU, chip buatan Google yang dirancang untuk menjalankan beban kerja AI.
Satelit itu dibangun oleh Planet Labs dan akan digunakan untuk menguji kemampuan TPU beroperasi di lingkungan luar angkasa. Salah satu tantangan yang diuji adalah kemampuan sistem menyediakan daya sekitar 1 kilowatt secara kontinu sekaligus menjaga chip tetap dingin.
"Kami telah melakukan pengujian di darat, tetapi anda tahu, tidak ada pengujian yang benar-benar sebaik yang asli," ujar Travis Beals, Eksekutif Google yang mengelola Project Suncatcher, terkait rencana Google untuk mengembangkan klaster komputasi skala besar di orbit seperti dikutip dari Tech Crunch, Minggu (4/10/2026).
Pada tahap awal, TPU akan menjalankan komputasi dalam sesi sekitar 15 menit untuk mencegah sistem daya dan pendinginan mengalami beban berlebih.
Google juga berencana meluncurkan demonstrasi berikutnya pada tahun depan. Dua satelit akan digunakan untuk menguji kemampuan menjalankan komputasi sekaligus berkomunikasi satu sama lain menggunakan laser.