Google memperkirakan sekitar 370.000 ton muatan harus dikirim ke orbit untuk mencapai skala dan biaya yang dibutuhkan. Dengan asumsi satu Starship mampu membawa sekitar 200 metrik ton muatan, kebutuhan tersebut setara dengan sekitar 1.800 penerbangan.
Target tersebut terbilang sangat tinggi. Pasalnya, Starship sejauh ini belum pernah melakukan lebih dari lima penerbangan dalam satu tahun.
Meski begitu, SpaceX memang memiliki target peningkatan frekuensi penerbangan secara drastis. Elon Musk sebelumnya menyebut Starship pada akhirnya dapat melakukan penerbangan hingga satu kali setiap jam pada 2029.
Tantangan Google juga datang dari lingkungan luar angkasa itu sendiri. Perusahaan menguji kemampuan TPU menghadapi radiasi yang dapat menyebabkan kesalahan pada chip. Google bahkan harus mengulang pengujian setelah menyadari konfigurasi awal memberikan perlindungan radiasi lebih besar dibandingkan kondisi yang diperkirakan akan dialami chip ketika berada di orbit.
Hasil pengujian ulang menunjukkan lebih banyak kesalahan pada sirkuit logika chip. Meski demikian, Google memperkirakan tingkat kesalahan tersebut masih cukup rendah untuk menjalankan inferensi AI selama masa operasional satelit yang diperkirakan mencapai lima tahun.
Masalahnya akan menjadi lebih kompleks untuk pelatihan AI berskala besar. Beban tersebut membutuhkan ribuan chip bekerja secara bersamaan selama berbulan-bulan.