Bulan lalu, pemerintahan Trump menuduh perusahaan-perusahaan AI China melakukan pencurian rahasia dagang skala industri dari perusahaan pesaing mereka di Amerika. Hal ini diyakini untuk menghemat biaya sekaligus mempercepat peluncuran. China membantah tuduhan tersebut.

Dalam operasi yang diungkap Proofpoint, agen rahasia China dicurigai menyamar sebagai Lynne Parker, mantan pejabat teknologi senior di Gedung Putih di bawah pemerintahan Trump dan Presiden Joe Biden.

Hacker mengirim email dengan menyamar sebagai Parker kepada seseorang di sebuah firma hukum AS, mengundang mereka berpartisipasi dalam 'komite penasihat kebijakan AI'. Parker palsu itu kemudian mengirim dokumen berisi malware yang diklaim memuat informasi lebih lanjut mengenai komite palsu tersebut.

Parker yang asli mengatakan rekan-rekannya mulai menghubunginya ketika menerima email mencurigakan dari orang yang mengaku dirinya.

"Kekhawatiran utama saya adalah kepada rekan-rekan yang mungkin menerima email palsu itu," ujar Parker, saat ini akademisi di University of Tennessee, Knoxville, dikutip NadiKabar dari NadiKabar.