"Saya ingin memperingatkan mereka, tapi sangat sulit dilakukan karena saya tidak tahu siapa saja yang menjadi target. Secara pribadi, saya sedih karena hubungan yang telah saya bangun sepanjang karier saya dieksploitasi aktor jahat untuk menipu orang lain," tambah Parker.

Menurut Proofpoint, para hacker juga menyamar sebagai karyawan Anthropic, perusahaan AI yang terkenal dengan produk Claude.

Pada 26 Februari, hacker mengirimkan email atas nama karyawan Anthropic ke seorang analis kebijakan AI di lembaga think tank AS. Subjek email berbunyi, "Permintaan Umpan Balik tentang Integrasi Militer Claude". Melalui email, hacker berupaya mencuri kredensial email sang analis.

Sehari setelah email tersebut dikirim, pemerintahan Trump menginstruksikan badan federal dan kontraktor yang bekerja untuk militer menghentikan hubungan bisnis dengan Anthropic, menyusul penolakan perusahaan tersebut mengizinkan Pentagon menggunakan teknologi AI-nya tanpa batasan.

Menurut pakar, agen siber China menargetkan hampir setiap lapisan dari ekosistem AI, mulai dari semikonduktor hingga individu-individu yang mendedikasikan karier di bidang ini.