NADIKABAR.COM — Hacker menyasar bank darah di Prancis dengan memprogram ulang freezer penyimpan plasma darah hingga mencapai suhu ekstrem 110°C. Serangan ini terjadi menyusul serangkaian serangan siber serupa yang menargetkan supermarket di berbagai wilayah Eropa.
Melansir Dexerto, Jumat (6/11/2026), serangan siber tersebut menyasar tiga fasilitas penyimpanan yang dikelola oleh French Blood Establishment (EFS) pada tanggal 2 November. Para pelaku dilaporkan berupaya menaikkan suhu dari kondisi normal -30°C menjadi jauh di atas titik didih.
Menurut laporan The Independent, serangan tersebut berhasil dideteksi sebelum ada produk darah yang rusak, sehingga mencegah hilangnya pasokan medis yang bisa berdampak sangat fatal.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah peretas menargetkan lemari pendingin di berbagai supermarket di Eropa. Kejadian tersebut memaksa ritel membuang sejumlah besar bahan pangan yang telah rusak.