Otoritas keamanan siber Prancis bersama Kementerian Kesehatan negara tersebut tengah menyelidiki insiden ini. Belum diketahui secara pasti apakah serangan ini memiliki keterkaitan langsung dengan insiden di supermarket, ataupun siapa pihak yang bertanggung jawab.

Upaya sabotase ini menyusul serangan siber pada bulan Oktober yang menyebabkan suhu di lemari pendingin supermarket naik hingga 122°F (50°C), yang mengakibatkan rusaknya pasokan bahan pangan di ratusan gerai di Prancis.

Kerugian yang ditimbulkan cukup besar. Operator supermarket asal Belanda, Ahold Delhaize, memperingatkan bahwa serangan-serangan sebelumnya berpotensi menurunkan angka penjualan kuartal keempat mereka hingga mencapai € 250 juta atau sekitar Rp 5 triliunan lebih.

Ancaman yang kian berkembang ini juga telah menarik perhatian otoritas Amerika Serikat. Pada tanggal 5 November, FBI serta Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) mengeluarkan peringatan mengenai serangan yang terus berlangsung terhadap sistem pendingin, termasuk risiko kerusakan inventaris hingga potensi terjadinya kebakaran.