Dalam pembagian perannya, BSSN bertindak menyediakan kerangka, metodologi, standar, dan tata kelola keamanan siber. Telkom mendukung pengembangan teknologi serta integrasi kapabilitas, termasuk penjajakan perangkat bantu identifikasi aset.

Sementara itu, Peruri membawa kapabilitas di bidang digital trust, identitas digital, dan use case digital. Adapun Danantara Indonesia berperan mengorkestrasikan ekosistem, mengoordinasikan proyek percontohan lintas BUMN, serta memvalidasi implementasi di lapangan.

Direktur Utama Peruri, Teguh Arief Indratmoko, menilai kolaborasi ini penting untuk menggabungkan kapabilitas digital trust, cybersecurity, dan teknologi kriptografi dalam satu solusi terintegrasi.

"Sebagai bagian dari ekosistem digital trust nasional, Peruri melihat kesiapan terhadap era pasca-kuantum sebagai bagian penting dari penguatan kepercayaan dalam layanan digital," ujar Teguh.

MoU ini menjadi payung kerja sama strategis awal. Mekanisme implementasi, ruang lingkup teknis, model komersial, hingga pembagian peran operasional secara detail akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS) definitif mendatang.

Sinergi antara regulator, BUMN, dan pengelola investasi diharapkan mampu membangun ketahanan siber Indonesia yang adaptif menghadapi lanskap teknologi global.