"Kemarin 828.000, sudah tinggal 80.000 lagi, medium ya SPHP itu. Kita tambah lagi tadi 1 juta, 1 juta SPHP medium. Jadi beras yang subsidi yang dijual di pasar kira-kira harganya 12 ribu, 12.500 paling mahal," ujar Zulhas.
"1 juta SPHP medium tambahan untuk Oktober, November, Desember. Karena ini nggak ada panen, karena musim kemarunya panjang," tegasnya lagi.
Selain mempertebal stok beras medium di pasar, menurut Zulhas penambahan alokasi penyaluran SPHP ini dimaksudkan untuk menurunkan kenaikan harga yang terjadi imbas pelemahan produksi beras domestik.
"Karena supply and demand, tidak ada produksi, pasti harganya naik. Ada naik Rp 100-200. Nah untuk merespons itu, maka kami baru saja rapat memutuskan, kita tambah suplainya untuk yang beras subsidi, yang kita kenal dengan SPHP," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramali, mengungkapkan bahwa kuota tambahan dari pemerintah ini jauh melampaui usulan awal pihaknya untuk mengamankan stok beras akhir tahun dan hari besar keagamaan.