"Beras SPHP alokasi penambahannya, awalnya kami mengajukan 400.000 ton untuk mengantisipasi karena beras SPHP sekarang yang ada di gudang-gudang Bulog tinggal sekitar 100.000 ton untuk menghadapi bulan September, Oktober, November, Desember," kata Ahmad.

"Karena di akhir tahun biasanya ada hari kebesaran agama, maka perlu kebutuhan lebih besar. Kami ajukan lebih kurang 400.000 ton, malah didukung oleh pemerintah 1 juta ton," sambungnya.

Rizal menambahkan pasokan tambahan tersebut difungsikan untuk memperkuat ketahanan stok nasional hingga memasuki masa panen raya pada Maret 2027 mendatang.

"Kan di bulan Januari, bulan Februari itu kan belum ada panen. Panen nanti di bulan Maret. Oleh karena itu yang usulan kami dari 400.000 dilipat-gantakan menjadi 1 juta sampai 2027, sampai di awal panen bulan Maret nanti," tuturnya.