Ini pun bukan pertama kalinya. Marvin mengaku pernah melakukan hal serupa sebelumnya saat menjumpai robot pengantar barang di tempat umum, termasuk dalam insiden serupa pada bulan September lalu.

"Menurut saya, melakukan demonstrasi di trotoar untuk memprotes robot pengantar barang adalah hak saya yang dijamin oleh Amandemen Pertama," ujarnya.

Meskipun telah ditangkap, Marvin tidak berniat untuk berhenti. Ia berharap perhatian publik terhadap penangkapannya dapat mendorong diskusi yang lebih luas mengenai kecerdasan buatan (AI) serta dampak robot pengantar barang terhadap lapangan pekerjaan.