NADIKABAR.COM — Raksasa minyak dan gas (migas) asal Amerika Serikat (AS), ExxonMobil, mencatatkan peningkatan laba yang sangat signifikan seiring kenaikan harga bahan bakar. Kondisi ini terjadi di tengah perang AS melawan Iran serta konflik di Teluk Persia dan Rusia mengguncang pasar energi global.

Exxon menjelaskan sepanjang kuartal III, pendapatan perusahaan sektor hulu migas yang telah disesuaikan sebesar US$ 7,3 miliar atau Rp 132,47 triliun (kurs Rp 18.147), turun 20% dibandingkan kuartal II. Hal ini dikarenakan harga minyak mentah Brent yang kerap menjadi acuan lebih rendah daripada tiga bulan sebelumnya.

Seiring memanasnya pertempuran di seluruh kawasan Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina, gangguan pada kapasitas produksi bahan bakar hingga menyebabkan kekurangan pasokan diesel global malah menjadi keuntungan bagi Exxon.

Sebab pendapatan hilir yang disesuaikan perusahaan selama kuartal itu tercatat mencapai US$ 9 miliar atau Rp 163,32 triliun. Angka ini melonjak 120% dari kuartal sebelumnya, karena margin penyulingan yang lebih tinggi.