Dari sana raksasa migas tersebut membayarkan dividen sebesar US$ 4,3 miliar atau Rp 78,03 triliun dan membeli kembali saham (buyback) senilai US$ 5,1 miliar atau Rp 92,54 triliun.

Setelahnya perusahaan juga mengumumkan program buyback saham senilai US$ 20 miliar atau Rp 362,94 triliun pada tahun 2027, jumlah yang sama seperti pada tahun 2026.

"Perusahaan tersebut menyatakan bahwa kilang-kilangnya di Pantai Teluk AS mencapai tingkat produksi diesel tertinggi kedua dalam sejarah dan juga beroperasi pada tingkat pemanfaatan unit minyak mentah 100%," tulis Reuters dalam laporannya.