NADIKABAR.COM — Harga Bitcoin kembali menembus US$ 80.000 setelah mengalami tekanan pada akhir Oktober. Berdasarkan data pada CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 80.500-US$ 80.700, naik lebih dari 6% dalam 24 jam.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, menilai pergerakan positif ini menunjukkan mulai membaiknya minat pelaku pasar setelah periode penuh ketidakpastian. Pergerakan ini dinilai sebagai indikasi positif pemulihan sentimen pasar, meskipun keberlanjutannya masih dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi global.
"Penguatan ini menjadi perkembangan positif karena menunjukkan pasar mulai merespons kejelasan situasi global. Kami melihat adanya momentum pemulihan, tetapi kenaikan dalam satu atau dua hari belum cukup untuk memastikan arah pasar dalam jangka panjang. Investor tetap perlu memperhatikan likuiditas dan perkembangan data ekonomi," ujarnya dalam keterangan, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, penguatan Bitcoin berlangsung seiring pasar mencermati hasil midterm election di Amerika Serikat. Perubahan komposisi politik setelah kemenangan Partai Demokrat AS menjadi perhatian pelaku pasar dalam menilai proses pembahasan dan arah kebijakan ekonomi serta regulasi ke depan.