Dilihat dari segi ketersediaannya, proyeksi stok daging ayam ras sampai akhir 2026 masih dapat mencapai 1 juta ton. Ini berdasarkan stok awal 2026 yang berada di 200 ribu ton ditambahkan estimasi produksi dalam negeri setahun yang diperkirakan 4,7 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional 3,9 juta ton, salah satunya melalui pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan.
Langkah ini juga merupakan pengejawantahan dari arahan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar jajarannya dapat terus terus mengawal ketersediaan jagung pakan bagi peternak.
Sebagai informasi, program SPHP jagung pakan 2026 tahap pertama telah dimulai sejak awal Mei lalu. Total kuota salur ditetapkan sebanyak 213,2 ribu ton yang terdiri dari kebutuhan jagung pakan bagi kelompok peternak skala usaha mikro, kecil, dan menengah.
Realisasi salur SPHP jagung pakan per 2 Oktober telah mencapai 71,36 persen dari total target tahap pertama dan kedua yang 241,2 ribu ton. Secara kuantitas sebanyak 172,1 ribu ton telah diakses peternak yang tersebar di 29 provinsi. Daerah dengan jumlah peternak tertinggi adalah Jawa Timur dengan 3.690 peternak dan Jawa Tengah 2.017 peternak.