NADIKABAR.COM — Harga minyak dunia mencatatkan penurunan pada perdagangan Kamis (29/10) ke level US$114,5 per barel. Hal itu didukung munculnya harapan baru terkait negosiasi damai di kawasan Timur Tengah, sekaligus meredakan kecemasan pasar terhadap gangguan pasokan.

Melansir Reuters, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent terkoreksi 82 sen, atau 0,7 persen menjadi US$114,50 per barel pada pukul 01.32 GMT. Sementara itu, harga minyak jeni West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih dalam US$1,04, atau 1 persen ke level US$101,74 per barel.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan perdagangan Rabu (28/1), di mana harga minyak Brent sempat menguat 1,3 persen dan jenis WTI melonjak hingga 3 persen.

Upaya diplomasi terbaru dari pemerintah AS untuk melakukan negosiasi digadang-gadang sebagai faktor penting turunnya harga minyak. Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance dilaporkan berusaha menghidupkan kembali negosiasi damai dengan mengirimkan surat ke Kepala Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei.