Meskipun diplomasi mulai bergulir, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan fisik tetap menahan harga minyak agar tidak merosot lebih dalam. Pasar juga masih mencermati intensifikasi serangan oleh kelompok Houthi serta potensi tindakan militer AS terhadap Iran pasca-pemilu sela yang dijadwalkan pada 3 November mendatang.
Dari sisi fundamental pasokan dan permintaan, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa perusahaan energi menarik sekitar 1,9 juta barel minyak mentah dari penyimpanan untuk pekan yang berakhir pada 23 Oktober. Angka ini bertolak belakang dengan proyeksi para analis dalam survei Reuters yang memperkirakan penumpukan stok sebesar 15 ribu barel.
Meskipun begitu, sentimen positif dari penarikan stok minyak mentah tertahan oleh lonjakan stok bensin AS yang naik signifikan 3,9 juta barel, berbanding terbalik dengan perkiraan analis yang memproyeksikan penurunan sebesar 0,9 juta barel.