"Harga minyak mengalami koreksi teknis pagi ini setelah mencatat kenaikan kuat pekan lalu," kata Waterer.

Ia juga menambahkan harapan terhadap kemajuan diplomatik dan tidak adanya eskalasi militer signifikan selama akhir pekan telah meredakan tekanan terhadap harga minyak untuk sementara waktu.

Namun, pasar masih mewaspadai kemungkinan meningkatnya ketegangan terkait Iran. Kondisi tersebut berpotensi mendorong harga Brent mendekati US$120 per barel setelah pemilihan paruh waktu AS.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Minggu (1/11) mengatakan tujuan pembicaraan yang sedang berlangsung adalah untuk melanjutkan konsultasi dengan mediator Qatar. Ia juga menegaskan Teheran siap menghadapi jalur pertahanan maupun diplomasi.