Kendati mediasi terus didorong, seorang pejabat senior Iran pada Selasa (3/11) menegaskan kesepakatan damai antara negaranya dan AS masih jauh dari kata akhir.
Di tengah ketidakpastian tersebut, seorang pejabat AS mengonfirmasi pasukan militer negaranya baru saja melancarkan serangan "defensif" di Pulau Qeshm, Iran, kemarin.
Serangan itu secara spesifik menargetkan situs rudal permukaan-ke-udara yang digunakan untuk mengancam aset-aset AS.
Namun, pejabat AS lainnya memastikan serangan tersebut bersifat terbatas dan tidak mengindikasikan dimulainya kembali operasi tempur berskala besar.
Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Presiden Donald Trump. Dalam wawancara telepon dengan Financial Times, ia menegaskan AS tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk melancarkan serangan masif ke Iran.
"Tampaknya kita mendapatkan semua yang kita inginkan," ujar Trump dalam wawancara tersebut.