Di luar sentimen geopolitik, pergerakan harga minyak turut dipengaruhi oleh dinamika pasokan domestik AS.

Berdasarkan data American Petroleum Institute (API) yang dikutip Reuters, stok minyak mentah AS tercatat merosot tajam sebesar 5,27 juta barel pada pekan yang berakhir 30 Oktober.

Angka tersebut meleset jauh dari proyeksi awal. Sebelumnya, delapan analis yang disurvei Reuters justru memperkirakan akan terjadi kenaikan stok sekitar 880 ribu barel.

Data API juga menunjukkan stok bensin meningkat sebanyak 1,43 juta barel, sedangkan persediaan distilat turun sebesar 1,19 juta barel dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

"Persediaan solar masih ketat, sementara stok bensin naik lebih dari yang diperkirakan. Data tersebut secara umum mendukung harga minyak," tulis Haitong Futures dalam catatannya pada Rabu ini.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati rilis data resmi inventori minyak dari Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dijadwalkan terbit pada pukul 10.30 EST (15.30 GMT atau 22.30 WIB) hari ini.