NADIKABAR.COM — Harga minyak bergerak bervariasi pada Rabu (21/10) karena kekhawatiran akan gangguan pasokan dari Timur Tengah. Sentimen pasar tertekan menyusul serangan terhadap kapal-kapal tanker di dekat Selat Hormuz serta fasilitas energi milik Arab Saudi.
Dilansir dari CNBC, Kamis (22/10/2026), harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk pengiriman Desember 2026 naik 3 sen dan ditutup pada level US$ 108,82 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 67 sen menjadi US$ 97,15 per barel.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa ranjau laut telah menghalangi tiga kapal tanker yang berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang dinilai tidak diizinkan oleh Teheran.
Dalam pernyataan yang dimuat di situs resmi Sepah News, IRGC menyebut dua kapal tanker yang melanggar aturan terbakar akibat ledakan ranjau.