"Dua kapal tanker minyak yang melanggar aturan terbakar dan terhenti akibat ledakan ranjau yang dipasang oleh para pelaut dari Angkatan Laut IRGC di titik perlintasan ilegal di bagian selatan Selat Hormuz," ungkap IRGC.

Kekhawatiran terhadap pasokan energi juga meningkat setelah kelompok militan Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, serta bandara di Riyadh dan Abha.

Meningkatnya ketegangan ini memicu lonjakan biaya pengiriman minyak global yang memberikan tekanan tambahan pada pasar energi. Menurut laporan Goldman Sachs, rata-rata biaya pengangkutan minyak mentah global telah melonjak hingga di atas US$ 20 per barel, dibandingkan dengan hanya US$ 3 per barel pada tahun sebelumnya.