Meskipun biaya tersebut sempat sedikit melandai dalam beberapa hari terakhir, angkanya masih sekitar tujuh kali lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Goldman memperkirakan premi risiko perang terkait pelintasan Selat Hormuz menyumbang sekitar US$ 7 dari kenaikan rata-rata biaya pengangkutan minyak mentah sebesar US$ 20 per barel dibandingkan tahun sebelumnya, sementara aktivitas transfer minyak antar-kapal di luar Teluk Persia menyumbang US$ 4 lainnya.
Bank investasi tersebut memperingatkan bahwa tingginya biaya pengiriman dapat memperlebar selisih harga antarjenis minyak mentah, menekan margin keuntungan kilang dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga produk bahan bakar olahan.
"Tingginya biaya pengangkutan sangat membebani margin bersih kilang-kilang di Asia sehingga mengancam volume produksi produk olahan mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan harga produk olahan secara global," tulis para analis Goldman Sachs.