Sentimen tersebut bahkan sempat menekan harga minyak hingga 8 persen pada Rabu (4/11), membawanya ke level terendah dalam dua bulan terakhir.
Namun, harapan damai tersebut dengan cepat terhapus oleh dinamika di lapangan.
Harga kembali menguat karena lonjakan serangan terhadap kapal-kapal tanker pada Rabu dan Kamis (5/11) di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Kondisi ini memantik kembali kekhawatiran pasar.
Ahli Strategi Komoditas Senior ANZ Daniel Hynes mengungkap harga minyak mentah kembali menguat karena para pedagang menilai aksi jual (selloff) pada Rabu lalu sudah berlebihan.
Hynes menilai sentimen kemenangan Demokrat memang sempat menekan harga, tetapi realitas situasi geopolitik kembali menyadarkan pasar pada perdagangan hari Kamis.